DPP LKKN Tuntut Kepastian Hukum Atas Proyek Pembangunan Stadion Olahraga Barombong Makassar

hermanmaros, 13 Jul 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

MAKASSAR-Stadion olahraga barombong yang berlokasi di kecamatan Tamalate, Kota Makassar, hingga saat ini belum ada kejelasan, baik secara penyelesaian pembangunan terlebih lagi kepastian hukum bagi para pelaku dipihak kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, seperti yang diungkap DPP LKKN (Lembaga Kontrol Keuangan Negara), pada sabtu,(13/07/2019).

Pembangunan stadion olahraga itu yang mana bila ditinjau kembali, secara jelas dari pihak Kejati Sulsel yang saat itu dijabat oleh Deddy Suwardy Surachman (kejati sulsel), sudah menyatakan adanya dugaan korupsi terhadap pembebasan lahan yang digunakan untuk membangun GOR tersebut.

Menurut DPP LKKN,"Dugaan korupsi yang disangkakan oleh pihak kejati saat itu,berdasarkan dari hasil laporan masyarakat yang melihat adanya kejanggalan dalam hal pembebasan lahan yang dilakukan oleh pihak pejabat kelurahan dan pihak kecamatan setempat. Padahal dalam hal ini, pemerintah sulawesi selatan melalui dinas pemuda dan olahraga (dispora) mengucurkan dana pembebasan lahan masyarakat seluar 6 Ha dengan nilai yang cukup fantastik yaitu Rp. 2,1 milyar, dan dari hasil tersebut para pejabat kelurahan dan kecamatan setempat melakukan rekayasa pembebasan lahan masyarakat senilai Rp. 1,8 milyar",ucap DPP LKKN.

Ia juga menambahkan,"Dari hasil penyidikan yang dilakukan pihak kejati makassar memanggil para terduga penyalahgunaan jabatan dan gravitasi terkait kasus tersebut, yaitu ferdy A Amin (mantan camat tamalate) saat ini menjabat sebagai staff ahli bidang pengembangan tata ruang dan lingkungan hidup kota makassar, Andi Ilham (mantan lurah barombong) serta Firnandar Sabara (mantan sekretaris camat barombong) terkait penyalahgunaan anggaran tersebut",ujarnya.

"Dari hasil pengembangan status tersebut ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka, pada tahun 2016 lalu.
Namun saat ini, kembali masyarakat mempertanyakan perihal kasus yang sudah lama bergulir di kejari tersebut, sebabnya hingga saat ini ketiga pelaku tersebut yang sudah ditetapkan sebagai tersangka belum juga dilakukan penahanan malah ironisnya masing-masing tersangka masih menghirup udara bebas dan kasus penyelesaian pembangunan GOR barombong mangkrak alias menunggu kepastian hukum".

"Dari kejadian rekayasa pembebasan lahan tersebut kerugian ditafsi mencapai hingga Rp. 1,8 milyar. Terkait kejanggalan dan ketidak tuntasan pihak kejaksaan negeri makassar dalam memproses kasus tersebut, DPP-LKKN bersama LASKAR ARUNG PALAKKA akan melakukan aksi damai di depan kantor kejaksaan negeri makassar guna mempertanyakan kinerja serta kepastian hukum terhadap pelaku koruptor terkait pembebasan lahan serta pembangunan GOR barombong yang dinilai tidak sesuai spesifikasi pembangunan yang menelan anggaran hingga ratusan milyar dan pada tahun 2018 lalu gedung tersebut sudah kelihatan ambruk sebelum digunakan",tutup DPP LKKN.

Rencana DPP LKKN juga akan melakukan aksi damai didepan kantor Kajati Sulsel pekan depan, guna untuk menindak lanjut terkait pembangunan proyek Stadion Olahraga Barombong .(Herman)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu